Monthly Archives: March 2013

How to brush baby’s teeth? Bagaimana cara mengosok gigi bayi?

Baby teeth may be small, but they’re important. They act as placeholders for adult teeth.¬†Decayed or lost baby teeth can interfere with good nutrition and speech development, and by not holding a proper place for permanent teeth, they can make the permanent ones come in crooked. That’s why caring for baby teeth and keeping them decay-free is so important. Once your baby’s first teeth begin to appear, then you should begin cleaning them at least twice a day. The bacteria in your baby’s mouth will change sugars from his food (including natural sugars) into acid and then the enamel of your baby’s teeth may be attacked by this acid.

You can start caring for your baby’s gums right away. But at first, you won’t need to involve a toothbrush and toothpaste. Instead, take these steps:

  • Get a soft, moistened washcloth or piece of gauze.
  • Gently wipe down your baby’s gums at least twice a day.
  • Especially wipe your baby’s gums after feedings and before bedtime.

This will wash off bacteria and prevent them from your baby’s gums. Bacteria can leave behind a sticky plaque that damages infant teeth as they erupt.

When the first baby teeth start to pop up, use baby toothbrush which should have rounded, soft filaments, and no more than three rows of bristles. You should replace it every 10-12 weeks, or sooner if the filaments become splayed. At first, moistened only with water and perhaps a small drop of nonfluoridated baby toothpaste for taste, can also be used.

If your baby won’t open his mouth when it’s time to brush his teeth, then try putting a brush in YOUR mouth – babies love to mimic whatever Mum is doing. Open your mouth wide and sing a musical scale (we recommend trying this one in the privacy of your bathroom ONLY!). He will either try to copy your singing – or he will laugh – but either way, he will have opened his mouth. Sit your baby in the most comfortable position for both of you – try standing or sitting behind your baby as he looks up. This is an excellent position to adopt, because it makes it very easy to reach all parts of his mouth. Be gentle – it isn’t necessary to brush firmly at this stage and it may just put your baby off having his teeth brushed altogether.

Tips to keep your baby’s teeth healthy :

  • Avoid giving juice to your baby. Almost 90% of US infants drink juice before they are one year of age. Giving your baby wateris always the healthiest option when he needs extra fluids.
  • If you do choose to give fruit juice to your baby, then ensure he drinks it from a sippy cup rather than a bottle.
  • Don’t put your baby to bed with a bottle of juice or with milk.
  • Don’t dip your baby’s dummy/pacifier into any sweet substance.
  • Don’t add sugar to your baby’s food.
  • Clean your baby’s teeth extra thoroughly at bedtime. His natural production of saliva decreases during the night, which means that its rinsing action is reduced.
  • If you need to give your baby oral medication, you should do it before you brush his teeth, rather than afterwards. Most oral medications for infants contain sucrose (a type of sugar).

Meskipun gigi bayi berukuran kecil tetapi sangat penting karena berfungsi menjaga tempat agar gigi dewasa bisa tumbuh. Gigi anak-anak yang rusak dapat mengganggu masukan makanan, kemampuan anak untuk berkomunikasi, dan apabila gigi permanen tumbuh, akan tumbuh berdesakan. Karena itu ketika gigi anak-anak pertama kali muncul harus diperhatikan dan dibersihkan sehari dua kali. Bakteri di dalam mulut anak dapat merubah sisa makanan menjadi asam yang dapat merusak enamel gigi.

Hal yang pertama dapat dilakukan dalam menjaga kebersihan rongga mulut anak adalah ketika gigi masih belum tumbuh. Membersihkan gusi bayi tidak membutuhkan sikat gigi dan pasta gigi. Melainkan, gunakan :

  • Lap tipis dan lembuh yang dibasahi. Atau dapat juga menggunakan kasa yang dibasahi air
  • Dengan lembut seka gusi bayi dua kali sehari.
  • Khususnya seka gusi bayi setelah minum susu dan sebelum tidur.

Membersihkan gusi bayi secara teratur, dapat mencegah tumbuhnya bakteri dan ketika gigi mulai tumbuh, bayi akan mulai terbiasa.

Ketika pertama kali gigi bayi mulai tumbuh, gunakan sikat gigi berbentuk bulat, bulu sikat yang lembut, dan khusus untuk gigi bayi. Sikat gigi diganti setiap 10-12 minggu sekali. Untuk penggunaan pertama kali, siakt gigi hanya dibasahi dengan air dan pasta gigi non- flourida.

Jika bayi tidak mau buka mulut ketika akan disikat giginya, cobalah untuk membuka mulut dan menyikat gigi diri sendiri. Karena bayi suka menirukan apa yang ibunya lakukan. Cara lain yang dapat dilakukan ibu adalah buka mulut lebar-lebar dan menyanyi sehingga bayi juga meniru menyanyi dan buka mulut lebar-lebar. Posisikan anak di depan dan orang tua dibelakang anak sehingga mudah untuk menjangkau seluruh mulut anak dan menyikat gigi anak harus dengan lembut jangan terlalu keras.

Beberapa tips untuk menjaga gigi bayi agar tetap sehat :

  • Hindari memberi juice kepada bayi. Hampir 90% bayi di US minum juice sebelum mereka berumur satu tahun. Apabila bayi haus, memberi bayi minum air adalah pilihan yang paling sehat.
  • Apabila anda memilih memberi juice kepada bayi, pastikan menggunakan gelas daripada botol.
  • Jangan menidurkan bayi dengan sebotol juice atau susu.
  • Jangan mencelupkan dot bayi pada cairan atau makanan manis
  • Jangan memberi tambahan gula pada makanan bayi
  • Bersihkan gigi bayi ketika mau tidur karena produksi air liur pada malam hari menurun sehingga lebih banyak bakteri yang tumbuh
  • Apabila bayi perlu minum obat, lakukan sebelum menyikat gigi bayi. Karena kebanyak obat untuk bayi mengandung gula.




Tooth sensitivity / Gigi sensitif

Tooth sensitivity is tooth discomfort in one or more teeth, triggered by hot, cold, sweet or sour foods and drinks. The pain can be sharp, sudden and shoot deep in your tooths nerve endings.

There are many factors that can lead to tooth sensitivity, including, brushing too hard, gums recession, cracked teeth, too much using tooth whitening products or toothpaste with baking soda and peroxide, long term use of some mouthwashes. Some mouthwashes contain acids that can worsen tooth sensitivity if you have exposed dentin, and acidic foods

To reduce sensitivity, you can mantain oral hygiene such as proper brushing and flossing techniques to clean all parts of your teeth, use soft bristled toothbrush to prevent tooth abrasion and gums irritation, use desentizing toothpaste for sensitive teeth, watch what you eat, and see your dentist at regular intervals every 6 months. There may be some dental procedures that may help reduce sensitivity, including the use of white fillings, fluoride varnishes and dentin sealers applied to the exposed root surface

Gigi sensitif dapat disebabkan oleh makanan dan minuman dingin, panas, manis ataupun asam yang dapat dirasakan oleh satu atau beberapa gigi. Sakit yang dirasakan bisa tajam, tiba-tiba, dan dalam hingga ke saraf yang ada dalam gigi.

Gigi yang sensitif dapat disebabkan karena menyikat gigi terlalu keras, gusi yang naik sehingga akar gigi terbuka, gigi yang patah, terlalu sering menggunakan bahan pemutih gigi dan pasta gigi yang mengandung baking soda dan peroxide, pemakaian jangka panjang obat kumur merk tertentu yang mengandung asam, dan makanan asam.

Untuk mengurangi gigi sensitif, dapat dibantu dengan menjaga kebersihan rongga mulut dengan cara menyikat gigi dan menggunakan benang gigi secara teratur, guinakan sikat gigi yang halus agar menghindari gigi abrasi dan iritasi gigi, gunakan pasta gigi untuk gigi sensitif, hindari makanan yang terlalu manis, asam, dingin atau panas, kunjungi dokter anda setiap 6 bulan sekali. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh dokter gigi untuk mencegah sensitifitas gigi yaitu dengan menambal gigi, memberi gigi lapisan flouride untuk menutup akar gigi yang sensitif.

Dental Caries / Gigi Berlubang

Dental caries is an infection which is cause by bacterial agent. The bacterial agent produce acid by fermented food debris which accumulated on the tooth surface and may causes demineralization and destruction of the hard tissues in tooth such as enamel, dentin and cementum. The bacteria agent which most responsible for dental cavities are streptococci, most prominently streptococcus mutans and streptococcus sobrinus, and lactobacilli. If dental caries left untreated, may lead to pain, infection and also tooth loss.

Sometimes caries may be directly visible, but sometimes mush use other method such as x rays are used for less visible areas of teeth and to judge the extent of destruction.

For prevention, we must do proper brushing and flossing everday. The purpose is to minimize any etiologic agents in the mouth. The primary focus of brushing and flossing is to remove and prevent the formation of plaque. Plaque consists mostly of bacteria agent which makes the tooth more vulnerable to dental caries when carbohydrates in the food are left on teeth after every meal or snack. A toothbrush can be used to remove plaque on accessible surfaces, but not between teeth or inside pits and fissures on chewing surfaces. When used correctly, dental floss removes plaque from areas that could otherwise develop proximal caries.

Gigi berlubang disebabkan karena infeksi bakteri. Bakteri akan menyebabkan frementasi dari sisa makanan yang menempel pada gigi dan menghasilkan asam. Asam ini akan menyebabkan demineralisasi dan kerusakan dari gigi seperti pada enamel, dentin dan cementum. Bakteri yang paling berperan menyebabkan gigi berlubang yang paling utama adalah streptococci mutans dan streptococci sobrinus dan lactobacilli. Apabila gigi berlubang tidak ditambal maka dapat menyebabkan sakit, infeksi gigi dan pada akhirnya gigi harus dicabut.

Kadang kala gigi berlubang dapat dengan mudah dilihat tetapi kadang harus menggunakan x-ray atau rontgen gigi untuk mengetahui lebih pasti seberapa besar kerusakan gigi yang terjadi.

Untuk mencegah gigi berlubang, kita harus mengosok gigi dan membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi setiap hari, tujuannya adalah agar menghilangkan plak. Plak gigi mengandung banyak bakteri yang dapat mengubah karbohidrat dalam sisa makanan yang tertinggal dalam rongga mulut sehingga gigi berlubang. Menyikat gigi secara teratur akan menghilangkan plak yang ada di permukaan gigi, sedangkan benang gigi akan membersihkan plak dari sela-sela gigi.

special discount for dental whitening

Come and visit us
We will give you special discount for dental whitening from march to june.

From 2.000.000 IDR to 1.500.000 IDR and we also give you free dental scalling.

For information about the price and the prosedure for dental whitening, please contact us

Email :
Contact number : +6281803170088 (city : Batam, Indonesia)

Khusu untuk bulan Maret hingga Juni, kita akan memberi discount khusu untuk perawatan pemutihan gigi. Harga awal dari 2.000.000 IDR menjadi 1.500.000IDR dan juga gratis pembersohan karang gigi.

Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi

Email : dan nomer telp yang bisa dihubungi : +628103170088

Is there an association between oral health and diabetes?/adakah hubungan antara kesehatan rongga mulut dengan diabetes?

Research show that the relationship between gum disease and diabetes is two-way.That’s mean not only people with diabetes more susceptible to serious gum disease, but serious gum disease may have the potential to affect blood glucose control and contribute to the progression of diabetes.

Research suggests that people with high level blood glucose have higher risk for oral health problems, such as gingivitis (an early stage of gum disease) and periodontitis (serious gum disease). People with diabetes are more likely to have periodontal disease than people without diabetes because they are generally more susceptible to bacterial infection, and have a decreased ability to fight bacteria that invade the gums. In fact, periodontal disease is often considered a complication of diabetes and periodontal disease may make it more difficult for people who have diabetes to control their blood sugar.

Other oral problems associated to diabetes include: thrush, an infection caused by fungus that grows in the mouth, and dry mouth which can cause soreness, ulcers, infections and cavities.

To prevent dental problems which have associated with diabetes first of all, you must control your blood glucose level. Then, take good care of your teeth and gums, along with regular checkups every six months. To control thrush, a fungal infection, avoid smoking and remove and clean dentures daily. Good blood glucose control can also help prevent or relieve dry mouth caused by diabetes.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapati relasi antara penyakit gusi dan diabetes adalah dua arah, yang artinya tidak hanya orang dengan diabetes saja yang beresiko terhadap penyakit gusi tetapi orang yang memiliki penyakit gusi juga berpotensi terjadi peningkatan kadar gula darah.

Peneliti menyatakan bahwa orang dengan kadar glukosa tinggi memiliki resiko tinggi terhadap penyakit rongga mulut seperti, penyakit gusi dan periodontitis (yang dapat menyebabkan kegoyangan gigi). Orang dengan diabetes akan lebih rentan terhadap bakte dibandingkan dengan orang normal. Dengan adanya penyakit rongga mulut pada penderita diabetes maka akan lebih sulit untuk mengkontrol kadar gula darahnya.

penyakit rongga mulut yang sering timbul pada penderita diabetes : jamur pada lidah, mulut kering. Selain itu, infeksi gigi dan gigi berlubang menjadi lebih sering terjadi pada penderita diabetes dibandingkan dengan orang dengan gula darah normal.

Untuk mengatasi masalah yang terjadi pada rongga mulut yang berhubungan dengan diabetes, pertama dan yang paling penting adalah mengkontrol kadar gula darah. Kemudian, melakukan pengecekan rutin 6 bulan sekali, hindari merokok dan apabila anda memakai gigi palsu, bersihkan secara teratur.