Monthly Archives: October 2013

How to reduce Dental Plaque? / Bagaimana mengurangi pertumbuhan Plak gigi?

Dental plaque is one of your mouth’s greatest enemies. Plaque is a sticky mix of bacteria and the substance they secrete. When plaque builds up on your teeth, it eats away at your enamel, causing cavities and decay in  the tissue of your gums. And also, bacteria from plaque can make your breath smell bad and can turn your teeth yellow.

Plaque begins to form and build up on your teeth if you don’t brush properly after meals. Most dental plaque hardens with 48 hours of formation, and within several days it will become so hard that it is almost impossible to remove. This substance called calculus. Toothpastes works remove plaque off your teeth before it hardens and becomes calculus.

you can prevent plaque from forming in two ways. First, you need to pay attention to your diet. Since plaque needs carbohydrates to form, the less carbohydrates you eat, the better. Avoid candy, cookies, and other sweet things as much as possible in order to prevent plaque build-up. But the best things you can do is brush is brush and floss twice a day. brushing removes plaque that has bulit up on your teeth. By brushing and flossing, you give bacteria less of a chance to form plaque

Plak gigi adalah musuh utama dari mulut kita. Plak adalah sunstansi lengket yang mengandung bakteri dan produk yang dihasilkan oleh bakteri. Ketika plak menempel pada gigi, akan merusak enamel, menyebabkan lkubang dan kerusakan pada gusi. Dan juga, bakteri plak dapat membuat nafas bau dan gigi menjadi kuning.

Plak akan terbentuk apabila kita tidak membersihkan gigi dengan baik setelah makan. Plak akan mengeras setelah 48 jam dan dalam beberapa hari akan menjadi keras hingga sulit untuk dibersihkan sendiri. Substansi ini disebut kalkulus. Pasta gigi hanya dapat membersihkan plak dari gigi sebelum mengeras menjadi kalkulus.

Plak dapat dicegah dengan 2 cara. Pertama, memperhatikan makanan kita. Plak membutuhkan karbohidrat untuk terbentuk. Apabila kita memakan karbohidrat sedikit makan plak yang terbentuk juga lebih sedikit. Hindari makanan manis seperti permen dan kue-kue. Tetapi yang paling penting adalah menyikat gigi dan menggunakan benang gigi setiap hari sehingga mengurangi kesempatan plak untuk tumbuh.

5 bad habits can damage your teeth / 5 kebiasaan buruk yang dapat merusak gigi

Problem 1 : Crunching and sipping

What’s the harm about crunched the ice cubes? The brittleness and cold temperature of ice cubes can actually cause teeth to fracture. Or they can cause microscopic cracks in the surface of the enamel, which could lead to bigger dental problems over time. Sipping sugary drinks throughout the day is another bad habit, research suggests. The constant exposure to sweet and acidic beverages can foster tooth decay. Sip drinks through a straw to minimize contact with your teeth. Make sure that the straw is positioned toward the back of the mouth, not resting against your teeth.

Problem 2: Using teeth as tools

Dentists report that patients rely on their teeth for a number of odd jobs: to tear open a bag of crisps, uncap a bottle of nail varnish, pull out a watch stem, straighten a bent fork tine, or rip a price tag off a piece of clothing. This can be hard on your teeth, traumatizing them or causing the edge of a weakened tooth to chip off or even break.

Problem 3: Grinding your teeth

Whether you grind your teeth during the day, at night, or both, it wears them down. Often teeth grinding (bruxism) is a nervous habit, reflecting anxiety. Your dentist may suggest wearing a mouth guard for teeth grinding at night. Custom models made by your dentist cost more than over-the-counter ones, but they generally fit better and work better, too.

Problem 4: Using a hard-bristled toothbrush

Some people think the firmer the toothbrush, the better. This isn’t so, especially for older adults. With age, the gums push back and the roots of the teeth become exposed, often increasing sensitivity. The root is covered with cementum, which is worn away more easily than enamel. A brush with too-firm bristles may irritate the gums and lead to sensitive teeth.

Problem 5: Not brushing or flossing properly

Some people floss and brush their teeth regularly, but not often enough. You should aim to brush twice a day, and replace your manual toothbrush or electric toothbrush head every three or four months.

Flossing teeth should be done daily, too. If you aren’t sure if you floss properly – and, dentists say, many people do not – ask your dentist or your hygienist for a demonstration on your next visit. The British Dental Health Foundation says that antibacterial mouth rinses can also reduce bacteria that can cause gum disease

Masalah 1 : Mengigit dengan keras dan minum minuman manis

Apakah dampak buruk dari mengigit es batu? Kekerasan dan temperatur dingin dari es batu dapat membuat gigi patah. Es batu dapat menyebabkan kerusakan pada enamel gigi yang tidak dapat dilihat oleh mata kita tetapi dapat menyebabkan kerusakan gigi seiring dengan waktu. Meminum minuman manis seharian juga merupakan kebiasaan buruk. Minuman manis dapat merusak gigi. Untuk meminimalisasi kerusakan gigi, gunakan sedotan untuk mengurangi kontak minuman manis dengan gigi kita. Sedotan letakan di belakang mulut bukan di depan gigi.

Masalah 2: Menggunakan gigi sebagai alat pemotong

Dokter gigi melaporkan bahwa banyak orang menggunakan giginya untuk membuka bungkusan plastik, membuka tutup botol cat kuku, memasang jam tangan, meluruskan sendok yang bengkok atau memotong label harga dari baju. Hal ini dapat merusak gigi ataupun dapat membuat gigi patah.

Masalah 3: mengretakkan gigi

Mengretakkan gigi pada pagi hari ataupun malam merupakan kebiasaan buruk yang disebabkan karena kecemasaan dan ketegangan. Dokter gigi anda akan memberikan pelindung gigi yang dibuat sesuai dengan keadaan gigi anda dan dipakai waktu malam hari sehingga melindungi gigi.

Masalah 4: Menggunakan sikat gigi dengan bulu yang keras

Beberapa orang berpikir semakin keras sikat gigi semakin baik. Ini tidaklah baik terutama bagi orang yang lanjut usia. Semakin lanjut umur, gusi akan naik ke atas sehingga akar gigi akan terlihat yang menyebabkan gigi sensitif. Akar gigi tertutup dengan cementum yang akan lebih mudah terkikis daripada enamel.

Masalah 5: Tidak menyikat gigi dan menggunakan benang gigi secara teratur.

Beberapa orang tidak menyikat gigi dan menggunakan benang gigi secara teratur. kita harus menyikat gigi 2x sehari dan mengganti sikat gigi 3-4 bulan skali. Menggunakan benang gigi harus dilakukan setiap hari. Tanyalah kepada dokter gigi untuk menunjukkan bagaimana menggunakan benang gigi dengan benar. Menurut British Dental Health Foundation obat kumur antibakteri dapat digunakkan untuk mencegah penyakit gusi.