Monthly Archives: October 2014

what is gingivitis? / apakah itu penyakit radang gusi?

Gingivitis is the mildest form of periodontal disease. It causes the gums to become red, swollen, and bleed easily. There is usually little or no discomfort at this stage. Gingivitis is often caused by inadequate oral hygiene. Gingivitis is reversible with professional treatment and good oral home care.

Factors that may contribute to gingivitis include, diabetes, smoking, aging, genetic predisposition, systemic diseases and conditions, stress, inadequate nutrition, puberty, hormonal fluctuations, pregnancy, substance abuse, HIV infection, and certain medication use.

Untreated gingivitis can advance to periodontitis. With time, plaque can spread and grow below the gum line. Toxins produced by the bacteria in plaque irritate the gums. The toxins stimulate a chronic inflammatory response in which the body in essence turns on itself, and the tissues and bone that support the teeth are broken down and destroyed. Gums separate from the teeth, forming pockets (spaces between the teeth and gums) that become infected. As the disease progresses, the pockets deepen and more gum tissue and bone are destroyed. Often, this destructive process has very mild symptoms. Eventually, teeth can become loose and may have to be removed.

Gusi yang beradang merupakan bentuk dari gangguan yang terjadi pada jaringan penyangga gigi. Hal ini ditandai dengan gusi yang memerah, bengkak, dan mudah berdarah. Biasanya tidak disertai dengan rasa sakit. Gusi yang beradang dapat disebabkan karena tingkat kebersihan yang kurang dan apabila dirawat dengan baik dapat menjadi sehat kembali.

Faktor-faktor lain selain kebersihan mulut yang kurang, yang dapat menyebabkan gusi beradang adalah diabetes, merokok, faktor usia, faktor keturunan, penyakit sistemik, stress, kurang gizi, faktor hormon, kehamilan, infeksi HIV, dan penggunaan obat-obatan tertentu.

Keradangan gusi yang tidak dirawat dapat menyebabkan kerusakan tulang penyangga gigi. Dengan berjalannya waktu, racun dari bakteri masuk ke dalam gusi dan mengiritasi gusi. Racun ini juga dapat menstimulasi respon tubuh sehingga terjadi kerusakan pada tulang dan adanya rongga pada gusi dan gigi yang pada akhirnya menyebabkan gigi goyang dan harus dicabut.