Dental amalgam filling / Tambalan amalgam untuk gigi

One of the most vexing issues in dentistry today revolves around the use of silver fillings (amalgams) in our mouths. Do we need to take out the old amalgam fillings for fear of health issues and replace them, or are there better restorative dentistry options that do not pose any potential risk to our health? In a statement released by the U.S. Food and Drug Administration (FDA) in 2009, amalgam fillings, which contain mercury along with other metals, were pronounced safe for most adults and children over 6 years of age. But the FDA still continue to review and evaluate their safety, suggesting the issue still isn’t definitively settled.

Amalgams consist of 50% mercury along with a combination of silver, tin, and copper. Mercury is a powerful neurotoxin and, at certain levels, can cause neurological issues, autoimmune disease, chronic illnesses and mental disorders. The burning question is whether an unknown quantity of mercury vapor in our silver fillings at a constant exposure poses a significant health risk. The World Health Organization (WHO) has stated that the exposure to mercury vapor can greatly increase beyond this number due to personal habits such as grinding of the teeth, chewing gum, and drinking carbonated drinks. This could lead to a fivefold increase in mercury levels after these activities.

amalgam

 

 

 

 

 

Salah satu masalah yang sering dibicarakan dalam bidang kedokteran gigi adalah pemakaian tambalan amalgam yang berwarna abu-abu dalam gigi kita. Apakah kita perlu mengganti tambalan amalgam karena takut akan berbahaya bagi kesehatan kita? Berdasarkan keterangan yang diberikan oleh U.S. Food and Drug Administration (FDA) tahun 2009, bahwa tambalan amalgam, yang mengandung merkuri dan beberapa macam metal didalamnya aman bagi kebanyakan orang dewasa dan anak-anak di atas umur 6 tahun. Tetapi FDA masih terus melanjutkan penelitiannya dan mengawasi hal ini.

Tambalan amalgam mengandung 50% merkuri dan kombinasi dari perak dan tembaga. Merkuri dapat menyebabkan kerusakan saraf, kerusakan sistem pertahanan tubuh dan penyakit-penyakit kronis lainnya.  Tidaklah diketahui berapa banyak merkuri yang terserap oleh tubuh kita yang berasal dari tambalan amalgam sehingga dapat membahayakan tubuh kita. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa merkuri yang masuk ke dalam tubuh akan meningkat jumlahnya apabila seseorang memiliki kebiasaan suka meminum minuman bersoda, makan permen karet, dan kebiasaan mengretakan gigi.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *